Waspada Gelombang Tinggi Mencapai 4 Mater di Perairan NTB

  07 Februari 2020

MATARAM – Cuaca ekstrim yang melanda wilayah NTB, tidak hanya terjadi didaratan sajak dengan curah hujan yang cukup lebat akhir-akhir ini. Bahkan dengan kondisi tersebut gelombang di perairan wilayah ini diprediksikan mencapai 4 meter lebih. Berdasarkan data Badan Meteologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteologi Kelas II Bandara Internasional Lombok (BIL) yang disampaikan oleh, Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun BIL, Putu Sumiana, kondisi gelombang diperairan NTB memang akhir-akhir ini cukup tinggi, hingga mencapai ketinggian 4 meter, meski hal itu tidak terjadi di semua wilayah perairan. “Tidak seluruh tempat hingga 4 meter,” kata Putu Sumiana dikomfirmasi radarlombok.co.id, Minggu (5/1). Putu membeberkan prediksi gelombang diwilayah perairan NTB yang akan terjadi, dari tanggal, 05-07Januari 2020 mulai pada pukul 08:00 WITA sampai 20:00 WITA.Terjadi gelombang dengan ketinggian, 1.25-2.5 meter diwilayah perairan selat Lombok Bagian Utara, kemudian diselat Lombok bagian Selatan mencapai ketingian 2.5 – 4.0 meter. Di Selat Alas bagian utara mencapai ketinggian 1.25 – 2.5 meter dan di Selat Alas bagian Selatan dengan ketinggian 2.5 – 4.0 meter. Sedangkan diwilayah perairan utara Sumbawa mencapai ketinggian 1.25 – 2.5 meter, Samudara Hindia Selatan NTB mencapai ketinggian 2.5 – 4.0 meter, kemudian selat Sape bagian Utara mencapai ketinggian 0.5 – 1.25 meter dan Selatan Sape bagian Utara dengan ketinggian mencapai 1.25 – 2.25 meter. Dijelaskannya, kondisi tersebut disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adanya pertemuan angin sepanjang Jawa hingga NTT dan adanya pola tekanan rendah di selatan NTT. Sehingga daerah yang terdampak dengan terjadinya gelombang tinggi ini, sebagian besar semua wilayah di kabupaten/kota di NTB. Daerah-daerah di NTB yang terdampak, yakni di wilayah Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, Sumbawa, Sumbawa Barat, Kota Bima, Bima dan wilayah Dompu. Putu juga menyampaikan agar masyarakat tetap waspada, baik bagi pengguna dan operator jasa transpotasi laut, nelayan, masyarakat yang henda berwisata ke pantai maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir, agar tetap mewaspadai terjadinya gelombang tinggi tersebut. “Ya aktivitas yang terkait pesisir pantai dan kelautan harap dikurangi. Karena dengan gelombang tinggi bisa berpotensi banjir dari intensitas hujan yang cukup tinggi belakangan ini. Sedangkan untuk tsunami itu suatu impact dari kejadian lain (gempa bumi) bukan dari peningkatan aktivitas cuaca ekstrim,” terangnya. Kondisi ini masih akan terjadi untuk beberapa minggu kedepan. Apalagi Januari – Februari merupakan puncak musim hujan sesuai perkiraan cuaca yang dilakukan BMKG. “Berdasarkan data saat ini, kondisi ini akan berlangsung hingga seminggu kedepan. Hal ini juga terkait dengan puncak musim hujan yang BMKG prakirakan jatuh pada Januari dan Februari. Mengenai Data dan informasi akan selalu kami update,” tutupnya. (sal)

Klik disini jika halaman pdf dibawah ini di tampil

Citra Satelit Himawari-8
Tinggi Gelombang Laut
Sebaran Titik Panas
Potensi Kebakaran Hutan